Bukan Sekadar Medali, O2SN Jadi Bukti Keberhasilan Pembinaan Sanim Rangga Lindee Cremona Tampil Beda Lewat Single Hiphop “Malas Tapi Terpaksa” Polda Jawa Barat dan Driver Online Diskusikan Kerawanan Saat On Bid Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Lagu yang Mengubah Kelelahan Pekerja Menjadi Teror Sinematik Belum Jalani Hukuman, Silfester Tetap Duduk di Kursi Komisaris? Spanduk “Kalah Jadi Cacing” Berbalik Jadi Sindiran Usai Persija Kalah dari Persib

Pemerintahan

Kominfo Tutup 2,45 Juta Situs Judi Online, Transaksi Judol Anjlok 57 Persen Sepanjang 2025

badge-check


					Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kiri) bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana (kanan)/ANTARA Perbesar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kiri) bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana (kanan)/ANTARA

“Kita memahami bahwa bukan hanya akses situs, tapi rekening juga menjadi ‘leher keuangan’ dari praktik kejahatan digital seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam forum APEC telah menegaskan bahwa judi online merupakan bentuk kejahatan terorganisir lintas negara. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai mitra internasional akan terus diperluas.

“Artinya, tidak cukup hanya dengan koordinasi dalam negeri. Kita juga harus menggandeng mitra luar negeri untuk menekan angka judi online hingga serendah-rendahnya,” ujarnya.

PPATK juga mencatat penurunan signifikan pada total deposit pemain judol, dari Rp51 triliun pada 2024 menjadi Rp24,9 triliun pada 2025 atau turun lebih dari 45 persen.

Selain itu, 80 persen pemain judi online diketahui berasal dari kalangan masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Jumlah pemain dengan kategori ini menurun 67,92 persen dibanding tahun 2024, sementara secara keseluruhan jumlah pemain judi online turun 68,32 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan upaya bersama antara pemerintah, PPATK, dan berbagai platform digital mulai membuahkan hasil. Namun kami tidak akan berhenti sampai praktik ini benar-benar hilang,” tutup Meutya.

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Diberikan Saat Hari Sekolah

2 April 2026 - 02:00 WIB

Kemensos Mulai Cairkan Bansos Triwulan II April 2026, Data Penerima Diperbarui Lebih Cepat

1 April 2026 - 13:00 WIB

BPH Migas Tegaskan Belum Ada Pembatasan BBM Subsidi, Masyarakat Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah

31 Maret 2026 - 14:00 WIB

BGN Pastikan Perbaikan Layanan, Jumlah SPPG Disuspend dalam Program MBG Mulai Menurun

26 Maret 2026 - 18:11 WIB

PT TASPEN (Persero) Mulai Salurkan THR 2026 untuk 3,2 Juta Pensiunan di Seluruh Indonesia

5 Maret 2026 - 18:10 WIB

Trending di Pemerintahan