GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check


					Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA. Perbesar

Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA.

2. Pluralitas sebagai Kekuatan. Maluku Utara dengan Ternate dan Tidore menunjukkan bahwa pluralitas politik dan sosial adalah modal sosial, bukan ancaman. NKRI akan semakin kokoh bila keberagaman ini dirawat dan dihargai.

3. Sinergi Kerajaan dan Birokrasi Modern. Kerajaan dan birokrasi negara bukan dua kutub yang harus dipertentangkan. Justru keduanya bisa bersinergi: birokrasi menyediakan struktur formal, sementara kerajaan menyediakan legitimasi kultural dan kedekatan sosial.

Refleksi dari perjalanan ke Ternate dan Tidore mengajarkan bahwa NKRI adalah rumah besar yang dibangun di atas fondasi kerajaan, perjuangan rakyat, dan modernisasi birokrasi. Menyatukan ketiganya bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal masa depan administrasi publik Indonesia. Sultan Tidore, dalam tutur bijaknya, mengingatkan bahwa kerajaan tetap menjadi bagian dari identitas bangsa dan mitra strategis negara. Bagi saya pribadi, pengalaman ini mempertegas bahwa administrasi publik Indonesia harus senantiasa mencari keseimbangan: antara rasionalitas birokrasi dan legitimasi sosial-kultural.

Perjalanan akademik menghadiri seminar dan pelantikan IAPA Maluku Utara tidak hanya memperkaya pengetahuan profesi, tetapi juga meneguhkan pemahaman tentang pentingnya integrasi kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik dalam perjalanan bangsa.***

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

8 Juni 2025 - 09:00 WIB

Menjaga Cahaya di Malam Hari, Narasi Indah tentang Aturan Jam Malam Pelajar di Jawa Barat

7 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel