Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check


					Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA. Perbesar

Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA.

2. Pluralitas sebagai Kekuatan. Maluku Utara dengan Ternate dan Tidore menunjukkan bahwa pluralitas politik dan sosial adalah modal sosial, bukan ancaman. NKRI akan semakin kokoh bila keberagaman ini dirawat dan dihargai.

3. Sinergi Kerajaan dan Birokrasi Modern. Kerajaan dan birokrasi negara bukan dua kutub yang harus dipertentangkan. Justru keduanya bisa bersinergi: birokrasi menyediakan struktur formal, sementara kerajaan menyediakan legitimasi kultural dan kedekatan sosial.

Refleksi dari perjalanan ke Ternate dan Tidore mengajarkan bahwa NKRI adalah rumah besar yang dibangun di atas fondasi kerajaan, perjuangan rakyat, dan modernisasi birokrasi. Menyatukan ketiganya bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal masa depan administrasi publik Indonesia. Sultan Tidore, dalam tutur bijaknya, mengingatkan bahwa kerajaan tetap menjadi bagian dari identitas bangsa dan mitra strategis negara. Bagi saya pribadi, pengalaman ini mempertegas bahwa administrasi publik Indonesia harus senantiasa mencari keseimbangan: antara rasionalitas birokrasi dan legitimasi sosial-kultural.

Perjalanan akademik menghadiri seminar dan pelantikan IAPA Maluku Utara tidak hanya memperkaya pengetahuan profesi, tetapi juga meneguhkan pemahaman tentang pentingnya integrasi kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik dalam perjalanan bangsa.***

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

8 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel