Polda Jabar Bertemu AOCB di Cirebon, Bahas Aspirasi Driver Online soal Potongan Aplikator Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)”

Pemerintahan

Gerakan GENTING: Upaya Pemkot Cimahi dalam Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat

badge-check


					Gerakan GENTING: Upaya Pemkot Cimahi dalam Pencegahan Stunting Berbasis Masyarakat Perbesar

TOPIK MEDIA  – Pemerintah Kota Cimahi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kota Cimahi.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Rabu (26/02/2025), dengan dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Cimahi, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran krusial dalam pencegahan dan penanggulangan stunting.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan angka stunting merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Berdasarkan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) tahun 2023, prevalensi stunting di Kota Cimahi mencapai 9,56% atau sekitar 2.810 orang balita di Kota Cimahi mengalami stunting. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret agar angka ini dapat terus ditekan hingga di bawah 14% pada tahun 2025, sesuai dengan target nasional.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berdampak luas terhadap aspek sosial dan ekonomi. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan kognitif, serta berkurangnya produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, kita harus mengambil tindakan yang cepat dan terukur,” ujar Maria Fitriana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Diberikan Saat Hari Sekolah

2 April 2026 - 02:00 WIB

Kemensos Mulai Cairkan Bansos Triwulan II April 2026, Data Penerima Diperbarui Lebih Cepat

1 April 2026 - 13:00 WIB

BPH Migas Tegaskan Belum Ada Pembatasan BBM Subsidi, Masyarakat Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah

31 Maret 2026 - 14:00 WIB

BGN Pastikan Perbaikan Layanan, Jumlah SPPG Disuspend dalam Program MBG Mulai Menurun

26 Maret 2026 - 18:11 WIB

PT TASPEN (Persero) Mulai Salurkan THR 2026 untuk 3,2 Juta Pensiunan di Seluruh Indonesia

5 Maret 2026 - 18:10 WIB

Trending di Pemerintahan