GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Kesehatan

Ahli Neurologi Bagikan Kebiasaan Harian untuk Menjaga Kesehatan Otak dan Mental

Perbesar

Ilustrasi - Kesehatan mental/Pexels

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Mengadopsi kebiasaan hidup sehat dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung kesehatan otak sekaligus kesejahteraan mental. Seorang ahli neurologi membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari untuk membantu menjaga fungsi kognitif, suasana hati, dan ketahanan mental.

Mengutip Hindustan Times, Selasa (6/1), Ketua dan Direktur Grup Neurologi Rumah Sakit Yatharth, Dr. Kunal Bahrani, menyebut berbagai keluhan umum seperti sulit berkonsentrasi, mudah lupa, emosi tidak stabil, hingga kelelahan mental kerap berkaitan dengan cara otak dirawat setiap hari.

Menurutnya, kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh faktor medis, tetapi juga sangat dipengaruhi kebiasaan yang konsisten dan gaya hidup yang mendukung fungsi kognitif dalam jangka panjang.

Salah satu kebiasaan paling sederhana namun efektif adalah paparan cahaya alami di pagi hari. Dr. Bahrani menjelaskan, cahaya matahari membantu menyelaraskan siklus tidur dan bangun, meningkatkan kewaspadaan di siang hari, serta memperbaiki kualitas tidur di malam hari. Duduk sejenak di dekat jendela atau berjalan kaki singkat di pagi hari sudah cukup memberikan dampak positif.

Dalam aktivitas kerja, ia menyarankan untuk menghindari multitasking dan lebih fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Multitasking dinilai memberi beban kognitif berlebih yang justru menurunkan efisiensi dan melemahkan rentang perhatian. Dengan fokus tunggal, jaringan saraf yang berperan dalam konsentrasi dan memori dapat bekerja lebih optimal.

Untuk membangun kebiasaan fokus, Dr. Bahrani merekomendasikan pengaturan waktu kerja dalam blok terstruktur, mengambil jeda singkat sebelum memulai tugas, serta meminimalkan gangguan di sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ahli Epidemiologi Ingatkan Bahaya Narasi Anti Vaksin, Edukasi Jadi Kunci Lindungi Anak

6 April 2026 - 21:39 WIB

Cegah Flu dan ISPA, Pakar PDPI Ingatkan Pentingnya Vaksinasi dan Pola Hidup CERDIK

22 Oktober 2025 - 11:01 WIB

Studi Ungkap Olahraga dan Terapi Psikologis Efektif Pulihkan Sindrom Patah Hati

6 September 2025 - 14:44 WIB

Dokter Anak: Pola Makan Sehat Harus Dibiasakan Sejak Dini dengan Konsistensi Orang Tua

22 Agustus 2025 - 22:15 WIB

Waspadai Demam Berdarah hingga Infeksi Jamur, Ini Tips Aman Hadapi Musim Hujan

21 Agustus 2025 - 17:21 WIB

Trending di Kesehatan
Exit mobile version