Bukan Sekadar Medali, O2SN Jadi Bukti Keberhasilan Pembinaan Sanim Rangga Lindee Cremona Tampil Beda Lewat Single Hiphop “Malas Tapi Terpaksa” Polda Jawa Barat dan Driver Online Diskusikan Kerawanan Saat On Bid Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Lagu yang Mengubah Kelelahan Pekerja Menjadi Teror Sinematik Belum Jalani Hukuman, Silfester Tetap Duduk di Kursi Komisaris? Spanduk “Kalah Jadi Cacing” Berbalik Jadi Sindiran Usai Persija Kalah dari Persib

Berita Daerah

Demo Ojol Warnai Monas, Polisi Siagakan Ribuan Personel Tanpa Senjata Api

badge-check


					Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus. Perbesar

Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus.

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek daring (ojol) memadati kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam aksi unjuk rasa menuntut keadilan sistem kerja dari perusahaan aplikator, khususnya terkait potongan pendapatan. Untuk mengawal jalannya aksi agar tetap tertib dan aman, sebanyak 1.632 personel gabungan dikerahkan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memetakan jalannya aksi dan menyiapkan pendekatan humanis dalam pengamanan. Ia juga mengimbau peserta unjuk rasa agar menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak melakukan tindakan provokatif.

“Kami mohon kepada saudara-saudara yang akan berunjuk rasa agar menyampaikan pendapat dengan santun, tidak memprovokasi dan tidak melawan petugas,” kata Susatyo dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Menurut Susatyo, aksi terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada pukul 10.00 WIB oleh massa GARDA Indonesia DKI Jakarta, sebuah organisasi yang mewadahi para pengemudi ojek online. Gelombang kedua berlangsung pada pukul 13.00 WIB yang diikuti oleh kelompok pengemudi yang mengatasnamakan diri sebagai “korban aplikator”.

Massa aksi menyuarakan tuntutan utama, yaitu pembatasan potongan dari perusahaan aplikator sebesar maksimal 10 persen. Mereka menilai potongan yang selama ini diterapkan sangat membebani dan tidak seimbang dengan biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tumpukan Sampah di Pasar Banjaran, Alarm bagi Pengelolaan yang Mulai Melemah

19 April 2026 - 09:39 WIB

Karang Taruna RW 21 Sukses Gelar Twentyone Fest Vol.2, Teguhkan Rasa Cinta Tanah Air di Hati Milenial

17 Agustus 2025 - 19:43 WIB

Demo Besar Ojol 21 Juli, Tuntut UU Transportasi Online dan Audit Aplikator

20 Juli 2025 - 19:31 WIB

Warga Sukahaji Kepung Kantor BPN Bandung, Tuntut Transparansi Sengketa Tanah

19 Juni 2025 - 11:53 WIB

Tim Gabungan Hentikan Sementara Pencarian Korban Longsor di Gunung Kuda Cirebon

31 Mei 2025 - 13:06 WIB

Trending di Berita Daerah