GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Berita Daerah

Demo Ojol Warnai Monas, Polisi Siagakan Ribuan Personel Tanpa Senjata Api

badge-check


					Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus. Perbesar

Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus.

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek daring (ojol) memadati kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam aksi unjuk rasa menuntut keadilan sistem kerja dari perusahaan aplikator, khususnya terkait potongan pendapatan. Untuk mengawal jalannya aksi agar tetap tertib dan aman, sebanyak 1.632 personel gabungan dikerahkan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memetakan jalannya aksi dan menyiapkan pendekatan humanis dalam pengamanan. Ia juga mengimbau peserta unjuk rasa agar menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak melakukan tindakan provokatif.

“Kami mohon kepada saudara-saudara yang akan berunjuk rasa agar menyampaikan pendapat dengan santun, tidak memprovokasi dan tidak melawan petugas,” kata Susatyo dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Menurut Susatyo, aksi terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada pukul 10.00 WIB oleh massa GARDA Indonesia DKI Jakarta, sebuah organisasi yang mewadahi para pengemudi ojek online. Gelombang kedua berlangsung pada pukul 13.00 WIB yang diikuti oleh kelompok pengemudi yang mengatasnamakan diri sebagai “korban aplikator”.

Massa aksi menyuarakan tuntutan utama, yaitu pembatasan potongan dari perusahaan aplikator sebesar maksimal 10 persen. Mereka menilai potongan yang selama ini diterapkan sangat membebani dan tidak seimbang dengan biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah

31 Agustus 2026 - 19:53 WIB

1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat

23 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Dari Leuwidulang untuk Budaya Sunda, GPMPP Putra Layang Pusaka Pentaskan Pencak Silat di HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Tumpukan Sampah di Pasar Banjaran, Alarm bagi Pengelolaan yang Mulai Melemah

19 April 2026 - 09:39 WIB

Karang Taruna RW 21 Sukses Gelar Twentyone Fest Vol.2, Teguhkan Rasa Cinta Tanah Air di Hati Milenial

17 Agustus 2025 - 19:43 WIB

Trending di Berita