Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Berita Daerah

Demo Ojol Warnai Monas, Polisi Siagakan Ribuan Personel Tanpa Senjata Api

badge-check


					Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus. Perbesar

Sejumlah petugas dari kepolisian saat menggelar apel persiapan pengamanan demo ojol di Jakarta, Senin (21/7/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Jakpus.

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Ribuan pengemudi ojek daring (ojol) memadati kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam aksi unjuk rasa menuntut keadilan sistem kerja dari perusahaan aplikator, khususnya terkait potongan pendapatan. Untuk mengawal jalannya aksi agar tetap tertib dan aman, sebanyak 1.632 personel gabungan dikerahkan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah memetakan jalannya aksi dan menyiapkan pendekatan humanis dalam pengamanan. Ia juga mengimbau peserta unjuk rasa agar menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak melakukan tindakan provokatif.

“Kami mohon kepada saudara-saudara yang akan berunjuk rasa agar menyampaikan pendapat dengan santun, tidak memprovokasi dan tidak melawan petugas,” kata Susatyo dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Menurut Susatyo, aksi terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama digelar pada pukul 10.00 WIB oleh massa GARDA Indonesia DKI Jakarta, sebuah organisasi yang mewadahi para pengemudi ojek online. Gelombang kedua berlangsung pada pukul 13.00 WIB yang diikuti oleh kelompok pengemudi yang mengatasnamakan diri sebagai “korban aplikator”.

Massa aksi menyuarakan tuntutan utama, yaitu pembatasan potongan dari perusahaan aplikator sebesar maksimal 10 persen. Mereka menilai potongan yang selama ini diterapkan sangat membebani dan tidak seimbang dengan biaya operasional yang harus ditanggung pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos

7 Oktober 2026 - 13:16 WIB

PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah

31 Agustus 2026 - 19:53 WIB

1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat

23 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Dari Leuwidulang untuk Budaya Sunda, GPMPP Putra Layang Pusaka Pentaskan Pencak Silat di HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Trending di Berita Daerah