Kabupaten Bandung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para atlet muda Taekwondo dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Bela Diri Taekwondo tingkat SD dan SMP yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Gedung Gymnasium kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Di tengah ketatnya persaingan antar peserta dari berbagai sekolah, para atlet yang berada di bawah binaan Sanim Rangga berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih 14 medali emas, 1 medali perak, dan 6 medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil yang patut diapresiasi dalam gelaran O2SN tahun ini.


Namun lebih dari sekadar perolehan medali, keberhasilan tersebut mencerminkan proses pembinaan yang tidak instan.
Di balik setiap kemenangan, terdapat latihan yang konsisten, kedisiplinan yang ditanamkan sejak dini, serta komitmen seorang pelatih dalam membentuk karakter para atlet muda.
Sanim Rangga dikenal sebagai sosok pelatih yang tidak hanya fokus pada teknik bertanding, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, rasa hormat, tanggung jawab, dan kepercayaan diri kepada setiap anak didiknya.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan O2SN yang tidak hanya mencari juara, tetapi juga membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
Salah satu momen yang menarik perhatian datang dari atlet muda bernama Hiroshi, siswa MI Nurul Huda Kulalet, Baleendah, yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk sekolahnya.

Rasa bangga pun tidak dapat disembunyikan oleh sang ibu, Ririn, yang menyaksikan langsung perjuangan putranya di arena pertandingan.
“Perasaan saya campur aduk antara tegang dan haru.
Alhamdulillah, Hiroshi bisa memberikan hasil terbaik dan membawa pulang medali emas.
Sebagai orang tua tentu saya sangat bangga melihat anak saya bisa mengibarkan nama sekolahnya di ajang sebesar O2SN,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran besar pelatih yang selama ini membimbing para atlet dengan penuh kesabaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Sanim Rangga yang telah mendidik dan membimbing anak-anak dengan sabar.
Bukan hanya mengajarkan Taekwondo, tetapi juga membentuk mental mereka agar berani, disiplin, dan percaya diri,” tutur Ibu Ririn.

Prestasi yang diraih para atlet muda ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga usia dini yang dilakukan secara serius mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi para orang tua untuk mendukung anak-anaknya mengembangkan potensi melalui kegiatan positif dan prestasi olahraga.
Dengan torehan 21 medali pada ajang O2SN 2026, nama Sanim Rangga kembali menunjukkan perannya sebagai pelatih yang tidak hanya mencetak pemenang di arena pertandingan, tetapi juga membantu melahirkan generasi muda yang siap menjadi juara dalam kehidupan.















