Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Olahraga

5 Pembalap Sepeda Putri Indonesia Bersaing di Balap Bergengsi Vietnam 2025

Perbesar

TOPIK MEDIA – Indonesia mengirim lima pembalap sepeda putri terbaik untuk berkompetisi dalam tiga ajang balap bergengsi di Vietnam, yaitu Biwase Tour of Vietnam 2025 (6-11 Maret 2025), Biwase Criterium 2025 (12 Maret 2025), dan Biwase Cup 2025 (13-18 Maret 2025).

Kelima atlet tersebut adalah Ayustina Delia Priatna, Shafira Nur Azizah Gunawan Putri, Hadenova Majid An Naafi Putri, Andini Putri Anatasya, dan Melvia Pratista. Mereka didampingi oleh pelatih Rudy Dwi Januar serta Didit Purwanto sebagai mekanik, dengan dukungan penuh dari Bank Mandiri.

“Kami membawa lima pembalap dengan karakter all-rounder dan climber untuk menghadapi medan menantang di Biwase Tour of Vietnam yang didominasi trek menanjak,” ujar Rudy kepada ANTARA, Kamis.

Rudy menjelaskan bahwa ajang Biwase Tour of Vietnam 2025, yang termasuk dalam kalender balap UCI 2.2, memiliki variasi trek datar dan tanjakan yang cukup menantang. Oleh karena itu, tim Indonesia menurunkan komposisi atlet dengan kemampuan all-rounder dan climber untuk menghadapi kompetisi ini.

“Kami memiliki dua climber, Hadenova Majid dan Shafira, sementara tiga lainnya berkarakter all-rounder. Kami berharap mereka bisa memberikan performa terbaik,” ujarnya menambahkan.

Para pembalap yang tergabung dalam tim nasional itu merupakan atlet terbaik di ajang nasional dan didominasi oleh pesepeda muda. Bahkan, dua di antaranya, Melvia dan Shafira, akan menjalani debut di kancah internasional.

“Beberapa persiapan telah dilakukan di dalam negeri. Tim ini dibentuk dari atlet-atlet terbaik nasional untuk mewakili Indonesia,” ujar Rudy.

“Targetnya adalah bisa menambah poin peringkat Asia dan menempati posisi 15-20 besar. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan regenerasi pembalap untuk ajang-ajang internasional ke depan,” dia menambahkan.

Dengan durasi balapan yang mencapai 12 hari, Rudy telah menyusun strategi agar para atlet mampu meraih hasil optimal. Mereka akan menghadapi persaingan dari tim-tim internasional, seperti dari Prancis, Iran, Malaysia, Thailand, Mongolia, dan Filipina.

Total rute sepanjang 1.400 km akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap. Mereka akan melewati jalur pegunungan yang berat, termasuk di Bao Loc dan Prenn di Provinsi Lam Dong, serta Teluk Vinh Hy di Provinsi Ninh Thuan.

Selain menguji ketahanan fisik, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan daya saing di level internasional.(Red)**.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026

3 September 2026 - 11:11 WIB

Indomaret Fun Bike Bandung 2026 Sukses Digelar, Ribuan Peserta Padati Kiara Artha Park

15 Juni 2026 - 13:43 WIB

Turnamen Salapanopat 2026, Mempererat Persaudaraan Alumni dan Menggerakkan UMKM di Bandung

8 Juni 2026 - 14:49 WIB

Bukan Sekadar Medali, O2SN Jadi Bukti Keberhasilan Pembinaan Sanim Rangga

1 Juni 2026 - 13:02 WIB

Spanduk “Kalah Jadi Cacing” Berbalik Jadi Sindiran Usai Persija Kalah dari Persib

10 Mei 2026 - 17:43 WIB

Trending di Olahraga
Exit mobile version