Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Komunitas

Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga.

Perbesar

RUANG OPINI PUBLIK – Aksi kepedulian sosial ditunjukkan Paguyuban Cepot Motah Indonesia terhadap pedagang kecil yang terdampak keributan antara debt collector (DC) dan organisasi masyarakat (ormas) di Jalan Mohammad Toha, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (16/10/2026).

Di tengah dampak keributan yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian pedagang sekitar, Paguyuban Cepot Motah Indonesia mengambil langkah nyata dengan memborong dagangan salah satu pedagang pecel lele yang mengalami penurunan jumlah pembeli akibat insiden tersebut.

Langkah tersebut dilakukan atas instruksi langsung Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah Indonesia, Kang Tomi Subagja, yang meminta anggotanya menunjukkan kepedulian sekaligus membantu mengganti kerugian pedagang akibat berkurangnya pembeli saat keributan berlangsung.

Diketahui, insiden yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) itu diduga dipicu persoalan penarikan kendaraan bermotor oleh debt collector. Keributan yang terjadi di kawasan Jalan Mohammad Toha tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga dan menghambat arus lalu lintas.

Situasi itu turut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di sekitar lokasi. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah pedagang pecel lele yang lokasi berjualannya berada tidak jauh dari titik keributan.

Akibat kondisi yang kurang kondusif, pedagang tersebut mengalami penurunan jumlah pembeli sehingga berpengaruh terhadap pendapatan usahanya.

Kang Tomi Instruksikan Anggota Borong Dagangan Pedagang Terdampak

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap masyarakat kecil, Kang Tomi Subagja menginstruksikan jajaran anggotanya untuk turun langsung membantu pedagang yang terdampak.

Instruksi tersebut kemudian diwujudkan pada Sabtu malam (17/10/2026), ketika sejumlah anggota Paguyuban Cepot Motah Indonesia mendatangi lokasi pedagang pecel lele dan memborong makanan yang dijual.

Menariknya, makanan yang telah diborong itu tidak dikonsumsi sendiri, melainkan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Seluruh biaya pembelian makanan ditanggung oleh Paguyuban Cepot Motah Indonesia, sehingga masyarakat dapat menikmati hidangan tanpa harus mengeluarkan uang.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pedagang kecil yang mengalami penurunan pendapatan sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Dari Keributan Menjadi Aksi Kepedulian Sosial

Aksi yang dilakukan Paguyuban Cepot Motah Indonesia ini menjadi salah satu upaya membantu memulihkan aktivitas ekonomi pedagang kecil setelah keributan yang terjadi sehari sebelumnya.

Melalui kegiatan tersebut, paguyuban tidak hanya membantu pedagang memperoleh pemasukan dari dagangannya, tetapi juga menghadirkan kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat.

Kepedulian yang ditunjukkan Kang Tomi Subagja bersama jajarannya sekaligus memperlihatkan bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran positif di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu pelaku usaha kecil yang terdampak suatu peristiwa.

Di balik keributan yang sempat membuat suasana Jalan Mohammad Toha memanas, aksi memborong dan membagikan makanan ini menghadirkan cerita berbeda, yakni semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketika aktivitas usaha masyarakat kecil terdampak sebuah keributan, langkah nyata untuk membantu mereka kembali bangkit jauh lebih berarti daripada sekadar menunjukkan rasa simpati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah

31 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Dari Leuwidulang untuk Budaya Sunda, GPMPP Putra Layang Pusaka Pentaskan Pencak Silat di HUT RI ke-81

20 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Polda Jabar Bertemu AOCB di Cirebon, Bahas Aspirasi Driver Online soal Potongan Aplikator

30 Juli 2026 - 14:55 WIB

Polda Jawa Barat dan Driver Online Diskusikan Kerawanan Saat On Bid

21 Mei 2026 - 12:48 WIB

Trending di Berita
Exit mobile version