RUANG OPINI PUBLIK – Entrepreneur muda Boni Anggara menghadiri Expo KKN UMB 2026 pada Senin (28/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Boni hadir sebagai narasumber dalam sesi Inspiration Talk yang diikuti mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB).
Dalam materinya, Boni mendorong mahasiswa untuk mulai membangun pola pikir entrepreneur sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri bukan hanya sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan.
“Teman-teman mahasiswa harus mulai belajar menjadi entrepreneur. Karena setelah lulus nanti, bukan hanya jumlah lapangan pekerjaan yang menjadi persoalan, tetapi juga jumlah pencari kerja yang akan semakin bertambah,” ujar Boni.
Ia juga menekankan bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk berkualitas. Kemampuan membaca pasar serta menentukan strategi marketing menjadi faktor penting agar sebuah produk dapat berkembang menjadi bisnis.
“Dalam bisnis, kualitas produk itu penting. Tapi tidak cukup hanya produknya bagus. Marketing juga harus menjadi perhatian utama. Produk yang bagus harus bisa dikomunikasikan dan dipasarkan dengan cara yang tepat,” jelasnya.
Usai memberikan materi dalam sesi Inspiration Talk, Boni berkeliling mengunjungi berbagai stand Expo KKN UMB 2026. Ia melihat secara langsung beragam produk dan karya yang dikembangkan oleh mahasiswa.
Menurut Boni, kreativitas mahasiswa UMB dalam menghasilkan produk sudah cukup baik. Bahkan, terdapat sejumlah produk yang menarik perhatiannya dan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh.
“Saya melihat produk yang dibuat oleh mahasiswa sudah sangat bagus dan kreatif. Bahkan, ada beberapa yang saya tertarik untuk inject dan kembangkan. Namun, mereka masih sebatas membuat produk dan belum berpikir tentang bisnisnya,” ungkap Boni.
Ia menilai salah satu tantangan mahasiswa adalah bagaimana mengubah sebuah produk menjadi bisnis yang dapat bertahan dan berkembang. Hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan rasa, bentuk, maupun inovasi, tetapi juga menyangkut daya tahan produk, proses produksi, distribusi, pemasaran, hingga model bisnis.
“Masih banyak produk yang bagus, tetapi masa kedaluwarsanya hanya satu hari. Artinya, ketika kita ingin menjadikannya bisnis, masih ada hal-hal yang harus dipikirkan dan dikembangkan. Mungkin ke depan kita bisa dampingi, agar karya dan produk mereka tidak berhenti sebagai karya mahasiswa, tetapi bisa menjadi bisnis yang real,” kata Boni.
Boni juga membuka peluang bagi mahasiswa yang memiliki produk potensial untuk dikembangkan lebih jauh. Menurutnya, apabila terdapat produk atau karya yang memiliki potensi pasar, dirinya siap memberikan dukungan pembiayaan agar produk tersebut dapat dikembangkan hingga diproduksi secara massal.
“Kalau ada produk atau karya yang cocok dan punya potensi, saya siap untuk membiayai produksinya agar bisa dikembangkan dan diproduksi secara massal,” ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Boni mendorong karya mahasiswa agar tidak berhenti sebagai produk tugas maupun proyek KKN, tetapi dapat berkembang menjadi produk komersial yang memiliki nilai ekonomi.
Boni juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan UMB dalam mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha dari lingkungan kampus Muhammadiyah tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi dapat menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan dunia usaha. Melalui pendampingan dan kolaborasi yang tepat, karya mahasiswa diharapkan dapat berkembang dari sekadar produk menjadi bisnis yang mampu bertahan dan memiliki peluang untuk terus tumbuh.
Melalui Expo KKN UMB 2026, Boni berharap mahasiswa semakin berani melihat karya yang mereka hasilkan bukan hanya sebagai tugas akademik, tetapi juga sebagai titik awal untuk membangun bisnis dan menciptakan lapangan pekerjaan.
(Red)
