Sebelumnya, Washington juga mengancam akan menghancurkan fasilitas vital Iran seperti sumur minyak, Pulau Kharg, hingga pabrik desalinasi jika kesepakatan damai tidak tercapai dan jalur strategis Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Di sisi lain, pemerintah Iran menolak wacana gencatan senjata tanpa adanya jaminan kuat untuk mencegah konflik berulang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus memastikan tidak ada agresi lanjutan yang mengancam keamanan nasional negaranya.
Meski demikian, Lukman menilai posisi rupiah di kisaran Rp17.000 per dolar AS masih relatif stabil dan belum memberikan dampak signifikan terhadap pasar keuangan domestik.
Ia menambahkan, peran Bank Indonesia sangat penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar agar volatilitas tidak semakin melebar di tengah ketidakpastian global.*
Sumber: Antara
(Red)
