RUANG OPINI PUBLIK, JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi tercatat melemah sebesar 29 poin atau 0,17 persen ke level Rp17.064 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.035 per dolar AS.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, pasar merespons pernyataan Donald Trump yang kembali mengancam akan melakukan serangan terhadap infrastruktur strategis Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika konflik tidak mereda.
Trump bahkan disebut memperingatkan bahwa militer AS mampu menghancurkan Iran dalam waktu singkat, yang memperburuk sentimen global dan meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.















