Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)” Indomaret Fun Bike Bandung 2026 Sukses Digelar, Ribuan Peserta Padati Kiara Artha Park

Ekonomi

Menuju Swasembada Gula, Produksi Nasional Tunjukkan Tren Positif

badge-check


					Menuju Swasembada Gula, Produksi Nasional Tunjukkan Tren Positif Perbesar

RUANG OPINI PUBLIK — Upaya Indonesia untuk mencapai swasembada gula menunjukkan perkembangan positif. Dengan kombinasi kebijakan hulu dan hilir yang semakin terintegrasi, optimisme menuju kemandirian pangan, khususnya komoditas gula, kian menguat.

Selama bertahun-tahun, gula menjadi salah satu komoditas yang paradoks dalam kebijakan pangan nasional. Di tengah potensi sumber daya yang besar, Indonesia justru masih bergantung pada impor dalam jumlah signifikan. Data periode 2020–2024 menunjukkan impor gula mencapai 5–6 juta ton per tahun, jauh di atas produksi domestik yang berada di kisaran 2,3 juta hingga 2,6 juta ton.

Namun, dalam dua tahun terakhir, tren mulai berubah. Produksi gula nasional menunjukkan peningkatan, diikuti perbaikan tata kelola serta penguatan program pemerintah di sektor pertanian.

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai fondasi kekuatan nasional. Ia menyatakan Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, termasuk gula, tanpa bergantung pada impor.

Perubahan signifikan terlihat pada sektor gula konsumsi. Pada 2025, produksi nasional mencapai sekitar 2,67 juta ton, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung stagnan. Sementara itu, kebutuhan gula konsumsi nasional berada di kisaran 2,8 juta ton per tahun.

Memasuki 2026, posisi Indonesia semakin kuat dengan adanya stok awal (carry over) yang diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 juta ton. Kombinasi antara produksi baru dan stok tersebut mendorong pemerintah mengambil kebijakan strategis dengan tidak melakukan impor gula konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rupiah Melemah ke Rp17.064 per Dolar AS, Terseret Eskalasi Konflik AS-Iran

7 April 2026 - 15:48 WIB

Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik Tipis, UBS Sentuh Rp3.083.000 per Gram

27 Februari 2026 - 14:26 WIB

Harga Emas PT Aneka Tambang Tbk Naik Rp16.000, Tembus Rp3.039.000 per Gram

26 Februari 2026 - 13:42 WIB

Inflasi AS Naik, Tekanan Global Bikin Rupiah Melemah di Tengah Pemangkasan BI Rate

17 Juli 2025 - 13:15 WIB

Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Rupiah Menguat di Awal Perdagangan

14 Mei 2025 - 11:27 WIB

Trending di Ekonomi