Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Ragam

Pilek Berulang pada Anak: Normal atau Tanda Masalah Serius?

Perbesar

Ilustrasi anak batuk dan pilek. ANTARA/HO-Pexels/

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Pilek dan infeksi saluran pernapasan adalah hal umum yang dialami anak-anak, terutama karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Namun, orang tua perlu mengetahui kapan kondisi ini masih tergolong normal dan kapan harus mendapatkan perhatian medis serius.

Mengutip Hindustan Times, Kamis, Direktur Medis Malik Radix Healthcare, Dr. Ravi Malik, menjelaskan bahwa menurut Akademi Pediatri Amerika, anak-anak umumnya mengalami 6–8 kali infeksi saluran pernapasan atas setiap tahun, terutama jika mereka bersekolah atau berada di tempat penitipan anak. Sebagian besar infeksi disebabkan oleh virus dan sembuh dalam 7–10 hari.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai

Jika batuk berlangsung lebih dari empat minggu, kondisi ini tergolong batuk kronis dan memerlukan evaluasi dokter. Gejala seperti batuk berdahak terus-menerus, pneumonia berulang, gagal tumbuh, kuku jari berbentuk tabuh, batuk berdarah, atau kebutuhan antibiotik berulang kali dalam setahun, merupakan indikasi perlunya pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah, rontgen dada, spirometri, atau CT scan.

Peningkatan alergi dan asma pada anak

Dr. Malik mencatat adanya peningkatan kasus asma bronkial dan alergi seperti rinitis alergi atau bronkitis pada anak-anak, yang kemungkinan dipicu oleh polusi dan urbanisasi. Kondisi ini sering memerlukan perawatan jangka panjang menggunakan bronkodilator, kortikosteroid inhalasi, atau antihistamin non-sedatif.

Pengobatan dan perawatan

Terapi inhalasi seperti inhaler dan nebulizer aman digunakan pada anak-anak di bawah pengawasan medis, khususnya untuk mengelola asma atau batuk alergi. Namun, penggunaan sirup batuk dan obat bebas sebaiknya dihindari, terutama untuk anak di bawah enam bulan. Orang tua disarankan untuk tidak mengobati sendiri dan segera berkonsultasi dengan dokter anak jika gejala mengganggu atau berkepanjangan.***

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indosat Minta Maaf atas Iklan Zakat IM3, Tarik Seluruh Materi Kampanye

4 April 2026 - 21:45 WIB

Banjir Melanda, IKA Sadaya Unpad Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

30 Desember 2025 - 19:52 WIB

Superman Edisi Pertama Terjual Rp153 Miliar, Geser Rekor Komik Termahal Dunia

22 November 2025 - 11:57 WIB

Meta Siapkan Rp10 Kuadriliun untuk Superintelligence, Fokus Kembangkan Pusat Data AI hingga 2028

10 November 2025 - 10:39 WIB

Meski Penjualan Lesu, Apple Tetap Kembangkan iPhone Air Generasi Kedua

8 November 2025 - 09:27 WIB

Trending di Ragam
Exit mobile version