GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Artikel

Pentingnya Artificial Super Intelligence (ASI) Bagi Pendidikan Tinggi

badge-check


					Pentingnya Artificial Super Intelligence (ASI) Bagi Pendidikan Tinggi Perbesar

Oleh : Prof. Dr. H. Iim Wasliman, M.Pd., M.Si
Direktur Pascasarjana Uninus

TOPIK MEDIA – “Pentingnya Artificial Super Intelligence (ASI) bagi Pendidikan Tinggi”. Tema yang diusung dalam seminar Webinar Kerjasama IDIP RI dan Sekolah Pascasarjana Uninus. Seminar ini adalah wujud komitmen Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Nusantara dalam menghadirkan inovasi dan solusi untuk menjawab tantangan zaman di era revolusi industri 4.0 dan menuju era masyarakat 5.0.

Artificial Super Intelligence (ASI), sebagai teknologi yang melampaui kemampuan intelektual manusia, telah menjadi topik hangat di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Teknologi ini tidak hanya memengaruhi aspek teknis pembelajaran, tetapi juga membawa dampak mendalam pada paradigma pendidikan, pengelolaan institusi, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Perguruan tinggi, sebagai episentrum pengembangan ilmu pengetahuan, dituntut untuk beradaptasi dengan kehadiran ASI demi mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Pengaruh ASI pada Aktivitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Kehadiran ASI telah membuka peluang baru dalam berbagai aktivitas pembelajaran di perguruan tinggi, di antaranya:

1. Personalisasi Pembelajaran ASI memungkinkan terwujudnya pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar setiap individu. Teknologi ini dapat menganalisis data besar (big data) dari mahasiswa untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang paling relevan, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar-mengajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

22 September 2025 - 13:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

8 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel