Polda Jabar Bertemu AOCB di Cirebon, Bahas Aspirasi Driver Online soal Potongan Aplikator Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)”

Olahraga

PBSI Gelar Pertemuan dengan Pemain Senior untuk Dukung Fokus dan Kenyamanan Latihan

badge-check


					PBSI Gelar Pertemuan dengan Pemain Senior untuk Dukung Fokus dan Kenyamanan Latihan Perbesar

TOPIK MEDIA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tengah mengkaji mekanisme bagi atlet yang ingin berkarier di luar pemusatan latihan nasional (pelatnas).

“Intinya kami tidak membedakan atlet tersebut berada di pelatnas atau luar pelatnas, yang terpenting mereka adalah atlet anggota PBSI yang membela dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,” kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Kebijakan ini menjadi perhatian karena tak sedikit pemain yang memilih jalur profesional dan memiliki prestasi gemilang.

Misalnya ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang saat ini menempati peringkat ketujuh dunia. Mereka menunjukkan performa apik dengan melaju mencapai semifinal BWF Super 1000 All England 2025 dalam penampilan perdananya.

Selain itu, ada juga ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang musim ini dua kali menjadi runner-up di Super 300 German Open, Super 300 Orleans Masters, dan menjadi juara di International Challenge Polish Open 2025.

Selain itu, PBSI juga menerapkan sistem baru dalam promosi dan degradasi atlet di pelatnas.

Jika sebelumnya evaluasi dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun, kini atlet bisa saja terdegradasi kapan saja tanpa harus menunggu periode tertentu. Kebijakan ini juga berlaku dalam perekrutan atlet dari klub ke pelatnas.

“Setiap atlet akan dipantau performanya melalui pencapaian prestasi di turnamen BWF dan multievent, progress kemajuan dari segi teknik, fisik dan juga data-data pendukung. Hal ini yang akan menjadi bahan pertimbangan tim pelatih untuk mengambil keputusan,” kata Eng Hian.

Penerapan sistem yang lebih ketat ini bertujuan mempercepat regenerasi pemain sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet muda berbakat untuk tampil di turnamen internasional.

“Saya berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level dunia dan memastikan pelatnas diisi oleh pemain yang benar-benar layak,” kata Eng Hian.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan ini, Eng Hian bersama Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, menggelar pertemuan dengan para pemain senior.

Dalam pertemuan tersebut, PBSI memberikan motivasi sekaligus mendengarkan aspirasi serta kebutuhan para atlet agar mereka bisa berlatih dengan nyaman dan fokus mengejar prestasi

“Pemain senior memiliki waktu bermain yang lebih terbatas. Karena itu, mereka harus memiliki komitmen tinggi selama berada di pelatnas dan memaksimalkan kesempatan yang ada untuk meraih prestasi terbaik,” kata Eng Hian.(Red)**.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indomaret Fun Bike Bandung 2026 Sukses Digelar, Ribuan Peserta Padati Kiara Artha Park

15 Juni 2026 - 13:43 WIB

Turnamen Salapanopat 2026, Mempererat Persaudaraan Alumni dan Menggerakkan UMKM di Bandung

8 Juni 2026 - 14:49 WIB

Bukan Sekadar Medali, O2SN Jadi Bukti Keberhasilan Pembinaan Sanim Rangga

1 Juni 2026 - 13:02 WIB

Spanduk “Kalah Jadi Cacing” Berbalik Jadi Sindiran Usai Persija Kalah dari Persib

10 Mei 2026 - 17:43 WIB

Sulthan Hasbi, Bocah SD dari Jelekong Tembus Seleksi Liga Jabar Istimewa

23 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di Olahraga