Langkah ini dinilai sebagai indikator bahwa keseimbangan antara produksi dan kebutuhan dalam negeri mulai tercapai. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai telah mendekati, bahkan memasuki fase swasembada gula konsumsi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan optimisme bahwa percepatan program tebu nasional akan semakin memperkuat capaian tersebut. Program seperti bongkar ratoon, penggunaan benih unggul, serta perluasan lahan dinilai menjadi kunci peningkatan produksi.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat aspek hilir dengan menjaga stabilitas harga dan memperbaiki distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen tetap terjaga.
Dengan demikian, capaian menuju swasembada gula konsumsi pada 2026 tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari peningkatan produksi, pengelolaan stok yang baik, serta kebijakan impor yang lebih terukur dan disiplin.
(RED / Iyank Airlangga)
