Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Pemerintahan

Kominfo Tutup 2,45 Juta Situs Judi Online, Transaksi Judol Anjlok 57 Persen Sepanjang 2025

badge-check


					Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kiri) bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana (kanan)/ANTARA Perbesar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (kiri) bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana (kanan)/ANTARA

“Kita memahami bahwa bukan hanya akses situs, tapi rekening juga menjadi ‘leher keuangan’ dari praktik kejahatan digital seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam forum APEC telah menegaskan bahwa judi online merupakan bentuk kejahatan terorganisir lintas negara. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai mitra internasional akan terus diperluas.

“Artinya, tidak cukup hanya dengan koordinasi dalam negeri. Kita juga harus menggandeng mitra luar negeri untuk menekan angka judi online hingga serendah-rendahnya,” ujarnya.

PPATK juga mencatat penurunan signifikan pada total deposit pemain judol, dari Rp51 triliun pada 2024 menjadi Rp24,9 triliun pada 2025 atau turun lebih dari 45 persen.

Selain itu, 80 persen pemain judi online diketahui berasal dari kalangan masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Jumlah pemain dengan kategori ini menurun 67,92 persen dibanding tahun 2024, sementara secara keseluruhan jumlah pemain judi online turun 68,32 persen dari tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan upaya bersama antara pemerintah, PPATK, dan berbagai platform digital mulai membuahkan hasil. Namun kami tidak akan berhenti sampai praktik ini benar-benar hilang,” tutup Meutya.

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS

13 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos

7 Oktober 2026 - 13:16 WIB

GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang

10 September 2026 - 09:00 WIB

1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat

23 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Trending di Berita Daerah