Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)” Indomaret Fun Bike Bandung 2026 Sukses Digelar, Ribuan Peserta Padati Kiara Artha Park

Pemerintahan

Kasus Suspek Chikungunya Melonjak Awal 2025, Kemenkes Gencarkan Pengendalian Vektor

badge-check


					Data chikungunya 2025. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan
Perbesar

Data chikungunya 2025. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lonjakan signifikan kasus suspek chikungunya pada minggu pertama hingga kesembilan tahun 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2023 dan 2024. Lonjakan ini diperkirakan berkaitan dengan musim penghujan yang sedang berlangsung.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan bahwa meski tren mulai menurun dalam dua bulan terakhir, kewaspadaan tetap diperlukan. “Hal ini sejalan dengan pola musim penghujan di Indonesia, sehingga perlu diwaspadai adanya kenaikan kasus pada minggu mendatang,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Lima provinsi dengan kasus tertinggi adalah Jawa Barat (6.674 kasus), Jawa Tengah (3.388), Jawa Timur (2.903), Sumatera Utara (1.074), dan Banten (838). Chikungunya sendiri ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus dengan gejala seperti demam, nyeri sendi, dan kelelahan berkepanjangan.

Aji menegaskan belum ada obat antivirus khusus untuk chikungunya. Penanganan yang dianjurkan adalah beristirahat cukup, mengganti cairan tubuh yang hilang, dan mengonsumsi obat pereda nyeri sendi.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes menggiatkan surveilans vektor, pengendalian faktor risiko lingkungan, serta mengajak masyarakat menerapkan 3M Plus—menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.***

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Diberikan Saat Hari Sekolah

2 April 2026 - 02:00 WIB

Kemensos Mulai Cairkan Bansos Triwulan II April 2026, Data Penerima Diperbarui Lebih Cepat

1 April 2026 - 13:00 WIB

BPH Migas Tegaskan Belum Ada Pembatasan BBM Subsidi, Masyarakat Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah

31 Maret 2026 - 14:00 WIB

BGN Pastikan Perbaikan Layanan, Jumlah SPPG Disuspend dalam Program MBG Mulai Menurun

26 Maret 2026 - 18:11 WIB

PT TASPEN (Persero) Mulai Salurkan THR 2026 untuk 3,2 Juta Pensiunan di Seluruh Indonesia

5 Maret 2026 - 18:10 WIB

Trending di Pemerintahan