GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Pemerintahan

Kasus Suspek Chikungunya Melonjak Awal 2025, Kemenkes Gencarkan Pengendalian Vektor

Perbesar

Data chikungunya 2025. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lonjakan signifikan kasus suspek chikungunya pada minggu pertama hingga kesembilan tahun 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2023 dan 2024. Lonjakan ini diperkirakan berkaitan dengan musim penghujan yang sedang berlangsung.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan bahwa meski tren mulai menurun dalam dua bulan terakhir, kewaspadaan tetap diperlukan. “Hal ini sejalan dengan pola musim penghujan di Indonesia, sehingga perlu diwaspadai adanya kenaikan kasus pada minggu mendatang,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Lima provinsi dengan kasus tertinggi adalah Jawa Barat (6.674 kasus), Jawa Tengah (3.388), Jawa Timur (2.903), Sumatera Utara (1.074), dan Banten (838). Chikungunya sendiri ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus dengan gejala seperti demam, nyeri sendi, dan kelelahan berkepanjangan.

Aji menegaskan belum ada obat antivirus khusus untuk chikungunya. Penanganan yang dianjurkan adalah beristirahat cukup, mengganti cairan tubuh yang hilang, dan mengonsumsi obat pereda nyeri sendi.

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes menggiatkan surveilans vektor, pengendalian faktor risiko lingkungan, serta mengajak masyarakat menerapkan 3M Plus—menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.***

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang

10 September 2026 - 09:00 WIB

1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat

23 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Pemerintah Ubah Skema MBG, Kini Hanya Diberikan Saat Hari Sekolah

2 April 2026 - 02:00 WIB

Kemensos Mulai Cairkan Bansos Triwulan II April 2026, Data Penerima Diperbarui Lebih Cepat

1 April 2026 - 13:00 WIB

BPH Migas Tegaskan Belum Ada Pembatasan BBM Subsidi, Masyarakat Diminta Tunggu Keputusan Pemerintah

31 Maret 2026 - 14:00 WIB

Trending di Pemerintahan
Exit mobile version