Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Artikel

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) Versus Rokok Ilegal

badge-check


					Petugas menunjukkan barang bukti rokok sitaan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo di Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (29/4/2025)/ANTARA Perbesar

Petugas menunjukkan barang bukti rokok sitaan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo di Kota Gorontalo, Gorontalo, Selasa (29/4/2025)/ANTARA

Nah, untuk memberantas rokok ilegal tersebut, pemerintah Inggris mengambil langkah konkret, yakni membentuk Tobacco Action Plan, atau Rencana Aksi Tembakau. Beberapa aksi yang dilakukan antara lain: membentuk lembaga baru (UK Border Agency), menempatkan inteligen di luar negeri untuk mencegah rokok ilegal masuk ke Inggris, meningkatkan sanksi pidana, menambah 1.000 orang petugas cukai, dan sebagainya.

Fenomena rokok ilegal jelas merugikan negara, karena menggerus potensi pendapatan negara via cukai rokok. Tetapi jika tidak menaikkan cukai rokok hanya karena alasan rokok ilegal, justru negara akan makin boncos, sebab tidak mendapatkan pendapatan dari manfaat menaikkan cukai.

Praktik baik di Inggris bisa menjadi trigger. Di satu sisi kenaikan cukai tetap konsisten dilakukan (bahkan melebihi besaran laju inflasi), dan di sisi lain ada terobosan/inovasi untuk memberantas rokok ilegal. Jurus itu manfaatnya joss: pendapatan negara via cukai naik, dan rokok ilegal turun tajam.

Jadi, opini KDM itu sepatutnya kita abaikan saja. Alih alih, KDM kita tuntut untuk lebih serius melakukan upaya law enforcement di Provinsi Jabar, karena sudah mendapatkan gelontoran fulus sebesar 10 persen dari DBH CHT.

*) Tulus Abadi, Sekjen Komnas Pengendalian Tembakau, Penggagas Forum Konsumen Indonesia (FKI

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

22 September 2025 - 13:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Trending di Artikel