Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Berita Daerah

Dari Leuwidulang untuk Budaya Sunda, GPMPP Putra Layang Pusaka Pentaskan Pencak Silat di HUT RI ke-81

badge-check


					Dari Leuwidulang untuk Budaya Sunda, GPMPP Putra Layang Pusaka Pentaskan Pencak Silat di HUT RI ke-81 Perbesar

RUANG OPINI PUBLIK — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diwujudkan melalui pelestarian seni dan budaya daerah. Salah satunya dilakukan Paguron Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka (GPMPP) Putra Layang Pusaka dengan menggelar pentas seni pencak silat di Kampung Leuwidulang RW 13, Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk.

Pentas seni pencak silat tersebut digelar di halaman Masjid Jami Al-Ikhlas, Kampung Leuwidulang. Kegiatan mengusung tema **“Semangat Kemerdekaan Diwujudkan dengan Ngamumule Seni dan Budaya”**.

Ketua Paguron GPMPP Putra Layang Pusaka, Jajang Nurdiansyah, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga sebagai upaya nyata melestarikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya Jawa Barat.

> “Acara ini sebagai bentuk mempertahankan dan ngamumule budaya asli Jawa Barat dalam bidang pencak silat, sekaligus untuk memeriahkan HUT RI ke-81,” ujar Jajang.

Menurut Jajang, pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar seni bela diri. Kegiatan latihan dan pementasan pencak silat juga dapat menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda.

Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh anggota paguron yang telah mengikuti latihan dengan penuh semangat untuk mempersiapkan pentas tersebut.

Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua murid yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti latihan dan kegiatan di Paguron GPMPP Putra Layang Pusaka.

“Saya mengapresiasi seluruh anggota paguron yang tetap semangat berlatih untuk acara ini. Terima kasih juga kepada para orang tua murid yang sudah mendukung anak-anaknya dalam melestarikan seni budaya pencak silat di GPMPP Putra Layang Pusaka,” katanya.

Jajang turut menyampaikan terima kasih kepada Asep Sujana selaku Ketua RW 13 Kampung Leuwidulang beserta jajaran pengurus, Karang Taruna RW 13, tokoh masyarakat, para sesepuh, serta para donatur yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

### Dorong Generasi Muda Cintai Budaya

Pentas seni pencak silat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mencintai seni serta budaya daerah.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan seni dan budaya tradisional menghadapi tantangan tersendiri. Karena itu, keberadaan paguron pencak silat di tengah masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan dan menjaga budaya Sunda agar tetap dikenal oleh generasi penerus.

Melalui semangat **“Ngamumule Seni dan Budaya”**, GPMPP Putra Layang Pusaka berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan seni pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat.

Pentas seni yang digelar di halaman Masjid Jami Al-Ikhlas itu sekaligus menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui upaya menjaga warisan budaya bangsa agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

**Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!**
**Ngamumule Budaya Sunda, Ngajaga Silaturahmi, Ngawangun Kabarengsamaan.**

(RED / Iyank_Airlangga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga.

18 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026

15 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos

7 Oktober 2026 - 13:16 WIB

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah

31 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Trending di Berita Daerah