RUANG OPINI PUBLIK — Penyempitan aliran Sungai Cijambe di wilayah Kampung Rancasabir RT 03 RW 02, Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, semakin mengkhawatirkan warga. Kondisi sungai yang dulunya memiliki lebar sekitar lima meter kini menyusut drastis menjadi hanya sekitar satu hingga dua meter di sejumlah titik.
Perubahan tersebut berdampak langsung pada kelancaran aliran air. Warga menyebut, penyempitan sungai membuat air tidak mengalir optimal hingga memicu banjir di wilayah Panuusan dan sekitarnya, terutama saat hujan deras.


“Dulu sungainya lebar, sekarang menyempit sekali. Air jadi tidak lancar dan sering meluap,” ujar salah seorang warga.
Ketua RW 02 Rancasabir juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan pengaduan kepada dinas pengairan terkait kondisi tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.
“Kami sudah mengajukan laporan ke dinas pengairan, tapi sampai sekarang belum ada yang datang meninjau,” ujarnya.
Warga menduga penyempitan sungai terjadi akibat sedimentasi maupun faktor lain yang belum ditangani secara serius. Kondisi ini dinilai semakin memperparah potensi banjir di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai serta memberikan penanganan konkret agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalisir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait mengenai rencana penanganan Sungai Cijambe.
(RED / Iyank Airlangga)















