Polda Jabar Bertemu AOCB di Cirebon, Bahas Aspirasi Driver Online soal Potongan Aplikator Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)”

Ragam

Mengapa Sejumlah Masyarakat di Indonesia Tergiur Menjadi Kurir Narkoba?

badge-check


					Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (5/5/2025) Perbesar

Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (5/5/2025)

TOPIK MEDIA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Marthinus Hukom, mengungkapkan bahwa tingginya bayaran sebagai kurir narkoba menjadi salah satu daya tarik yang membuat masyarakat tergoda menjalani aktivitas ilegal tersebut. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI yang digelar secara daring pada Senin (5/5), ia menyebut bahwa para pelaku bisa mendapat bayaran hingga Rp30 juta hanya dengan mengantarkan 1 kilogram narkotika.

“Apalagi jika dihadapkan dengan penghasilan mereka setiap hari, setiap bulan yang hanya sebesar Rp5 juta,” ujar Marthinus.

Ia mencontohkan kasus yang baru-baru ini ditangani oleh BNN, di mana empat nelayan langsung menerima tawaran menjadi kurir narkoba dengan imbalan Rp40 juta. Perbandingan drastis antara penghasilan legal dan bayaran dari bisnis narkoba inilah yang disebut Marthinus sebagai “tantangan moral” yang harus dihadapi masyarakat.

Untuk mencegah hal tersebut, BNN terus membangun ketahanan moral melalui pendekatan kolaboratif di wilayah perbatasan dan daerah rawan. Marthinus menekankan bahwa pencegahan tidak cukup hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan benteng moral, khususnya di lingkungan keluarga, pendidikan, hingga tempat bermain anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indosat Minta Maaf atas Iklan Zakat IM3, Tarik Seluruh Materi Kampanye

4 April 2026 - 21:45 WIB

Banjir Melanda, IKA Sadaya Unpad Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

30 Desember 2025 - 19:52 WIB

Superman Edisi Pertama Terjual Rp153 Miliar, Geser Rekor Komik Termahal Dunia

22 November 2025 - 11:57 WIB

Meta Siapkan Rp10 Kuadriliun untuk Superintelligence, Fokus Kembangkan Pusat Data AI hingga 2028

10 November 2025 - 10:39 WIB

Meski Penjualan Lesu, Apple Tetap Kembangkan iPhone Air Generasi Kedua

8 November 2025 - 09:27 WIB

Trending di Ragam