Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Daerah

Kemacetan Rutin di Baleendah Dikeluhkan Warga, Penertiban Angkot Dipertanyakan

badge-check


					Kemacetan Rutin di Baleendah Dikeluhkan Warga, Penertiban Angkot Dipertanyakan Perbesar

RUANG OPINI PUBLIK — Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas jalan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026). Antrean kendaraan terpantau mengular dari kawasan Kampung Leuwidulang hingga depan Kantor Desa Rancamanyar, menambah daftar panjang keluhan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Kondisi ini disebut bukan lagi peristiwa insidental, melainkan telah menjadi rutinitas harian, khususnya pada jam-jam sibuk. Salah satu penyebab utama kemacetan diduga karena banyaknya angkutan kota (angkot) yang berhenti atau “ngetem” untuk menunggu penumpang, terutama saat jam pulang sekolah.

Sejumlah sekolah di sekitar lokasi, seperti SD Negeri Rancamanyar dan SMP Negeri 3 Baleendah, menjadi titik konsentrasi penumpang. Hal ini membuat angkot kerap berhenti dalam waktu cukup lama di badan jalan, sehingga mempersempit ruang lalu lintas dan memicu kemacetan.

“Setiap hari pasti macet, apalagi jam pulang sekolah. Angkot pada ngetem lama di jalan,” ujar salah satu pengendara.

Selain itu, keluhan juga datang dari warga terkait posisi angkot yang kerap berhenti tepat di depan Kantor Desa Rancamanyar. Kondisi tersebut dinilai memperparah kemacetan karena berada di jalur yang relatif sempit.

Warga menilai belum ada langkah tegas dari aparat setempat untuk menertibkan angkot yang berhenti sembarangan. Mereka berharap ada pengaturan yang lebih baik, seperti mengarahkan angkot untuk menunggu penumpang di lokasi yang lebih luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Seharusnya bisa diarahkan ke tempat yang lebih lebar, jangan di depan kantor desa terus. Ini jadi biang macet,” keluh warga lainnya.

Kemacetan di kawasan ini juga terjadi sejak pagi hari. Sekitar pukul 06.30 WIB, antrean kendaraan sudah mulai terlihat dari pertigaan Rancamanyar hingga kawasan Jembatan 1 dan Jembatan 2 yang mengarah ke Cibaduyut.

Kondisi tersebut membuat para pengendara harus ekstra sabar saat melintasi jalur tersebut, baik pada pagi hari maupun siang hari saat aktivitas sekolah berlangsung.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini, mulai dari penataan titik ngetem angkot hingga pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait solusi penanganan kemacetan di kawasan Rancamanyar tersebut. Namun, masyarakat berharap persoalan yang telah berlangsung lama ini tidak terus dibiarkan tanpa penanganan serius.

 

(RED / Iyank Airlangga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Saat Listrik Padam Picu Kebakaran, Rumah Warga Hangus di Pasirpogor Baleendah

5 Mei 2026 - 16:52 WIB

Sampah Liar di Rancasabir Berulang, Pemerintah Siapkan Sanksi Tegas

4 Mei 2026 - 11:54 WIB

Warga Keluhkan Penyempitan Sungai Cijambe Malakasari Baleendah, Laporan Belum Ditindaklanjuti

19 April 2026 - 13:14 WIB

Kerja Bakti Kolaboratif di Rancatungku, Pemerintah dan Warga Bersatu Jaga Lingkungan

18 April 2026 - 16:41 WIB

Trending di Daerah