GPM-CD Bongkar Dugaan Carut-Marut Tirtawening: Rangkap Jabatan, Gaji Rp140 Juta, hingga Aset Meter Air Hilang Dilepas dengan Doa, 40 Atlet Vamos Baleendah Siap Berlaga di UGM Tae Kwon Do Championship 2026 PAC XTC Cimaung isi maulid Nabi dan santunan Anak yatim Bersama Forkopimcam dan berkolaborasi dengan Cepot Motah Polda Jabar dan Driver Online Bandung Raya Perkuat Sinergi Lewat Bakti Sosial 1.362 KPM Malakasari Terima Bantuan Bulog, Penyaluran Dikawal Pemdes hingga Aparat Khidmat di Tengah Alam, XTC Kabupaten Bandung Peringati HUT RI ke-81 di Gunung Puntang

Bencana

Flores Diguncang Gempa M7,7, Tsunami Hampir 1 Meter Terdeteksi di Ende

badge-check


					Flores Diguncang Gempa M7,7, Tsunami Hampir 1 Meter Terdeteksi di Ende Perbesar

RUANG OPINI PUBLIK — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa berpusat di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Flores dan sekitarnya. Gempa juga diikuti sejumlah gempa susulan yang membuat masyarakat di beberapa kawasan pesisir melakukan evakuasi mandiri menuju lokasi yang lebih tinggi.

 

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dihimpun Palang Merah Indonesia (PMI), gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah setelah gempa terjadi.

 

 

Tsunami tercatat antara lain di Bakalang, Alor, setinggi 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB; Baubau 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB; Bulukumba 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB; Dompu 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB; Flores Timur 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB; Kolaka 0,23 meter pada pukul 06.27 WIB; serta Labuan Bajo 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.

Ketinggian tsunami terbesar dalam laporan sementara tercatat di Maurole, Ende, yakni 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Sementara itu, tsunami juga terpantau di Pelabuhan Kewapante, Sikka, dengan ketinggian 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB dan wilayah Sikka sebesar 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB.

Kerusakan Mulai Dilaporkan

Dampak gempa dilaporkan mulai terlihat di sejumlah wilayah Pulau Flores. Informasi awal menyebutkan terdapat rumah warga dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Namun, jenis serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan dan verifikasi oleh petugas di lapangan.

Hingga pembaruan informasi pada Sabtu pukul 07.20 WIB, belum terdapat laporan terverifikasi mengenai korban meninggal dunia, korban luka-luka, maupun jumlah warga yang mengungsi akibat gempa tersebut.

Proses asesmen masih berlangsung. Petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain kepanikan masyarakat, gempa susulan, serta gangguan komunikasi di beberapa wilayah terdampak.

PMI Lakukan Koordinasi

Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat telah berkoordinasi dengan PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur serta PMI kabupaten dan kota di wilayah terdampak untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi di lapangan.

PMI di daerah terdampak juga melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat, kerusakan rumah dan fasilitas umum, lokasi pengungsian, serta kebutuhan pelayanan kemanusiaan yang mungkin diperlukan.

Posko PMI terus melakukan pencatatan dan pemutakhiran data serta berkoordinasi dengan unsur pemerintah dan lembaga terkait.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, mewaspadai kemungkinan gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Data mengenai korban, kerusakan, dan kondisi masyarakat masih dapat berubah seiring proses asesmen dan verifikasi di lapangan.

(RED / Iyank Airlangga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Saat Listrik Padam Picu Kebakaran, Rumah Warga Hangus di Pasirpogor Baleendah

5 Mei 2026 - 16:52 WIB

Kebakaran Besar di Sabah Hanguskan 1.000 Rumah, Warga Mengungsi

21 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di Bencana