RUANG OPINI PUBLIK — Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas jalan Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026). Antrean kendaraan terpantau mengular dari kawasan Kampung Leuwidulang hingga depan Kantor Desa Rancamanyar, menambah daftar panjang keluhan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Kondisi ini disebut bukan lagi peristiwa insidental, melainkan telah menjadi rutinitas harian, khususnya pada jam-jam sibuk. Salah satu penyebab utama kemacetan diduga karena banyaknya angkutan kota (angkot) yang berhenti atau “ngetem” untuk menunggu penumpang, terutama saat jam pulang sekolah.


Sejumlah sekolah di sekitar lokasi, seperti SD Negeri Rancamanyar dan SMP Negeri 3 Baleendah, menjadi titik konsentrasi penumpang. Hal ini membuat angkot kerap berhenti dalam waktu cukup lama di badan jalan, sehingga mempersempit ruang lalu lintas dan memicu kemacetan.
“Setiap hari pasti macet, apalagi jam pulang sekolah. Angkot pada ngetem lama di jalan,” ujar salah satu pengendara.
Selain itu, keluhan juga datang dari warga terkait posisi angkot yang kerap berhenti tepat di depan Kantor Desa Rancamanyar. Kondisi tersebut dinilai memperparah kemacetan karena berada di jalur yang relatif sempit.

Warga menilai belum ada langkah tegas dari aparat setempat untuk menertibkan angkot yang berhenti sembarangan. Mereka berharap ada pengaturan yang lebih baik, seperti mengarahkan angkot untuk menunggu penumpang di lokasi yang lebih luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Seharusnya bisa diarahkan ke tempat yang lebih lebar, jangan di depan kantor desa terus. Ini jadi biang macet,” keluh warga lainnya.
Kemacetan di kawasan ini juga terjadi sejak pagi hari. Sekitar pukul 06.30 WIB, antrean kendaraan sudah mulai terlihat dari pertigaan Rancamanyar hingga kawasan Jembatan 1 dan Jembatan 2 yang mengarah ke Cibaduyut.
Kondisi tersebut membuat para pengendara harus ekstra sabar saat melintasi jalur tersebut, baik pada pagi hari maupun siang hari saat aktivitas sekolah berlangsung.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini, mulai dari penataan titik ngetem angkot hingga pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait solusi penanganan kemacetan di kawasan Rancamanyar tersebut. Namun, masyarakat berharap persoalan yang telah berlangsung lama ini tidak terus dibiarkan tanpa penanganan serius.
(RED / Iyank Airlangga)















