Air Mata untuk Negeri: Guru Ini Menggendong Anak Meniti Jembatan Tali Demi Mengajar Bukan Cuma Indo Bounce, DNA Tampil Beda di Album Perdana OURORA Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” Resmi Dirilis, Kolaborasi Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Haflatul Imtihan Hidayatul Ilmi, Momentum Menguatkan Pendidikan dan Pembangunan Umat Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo Siap Hadirkan Kejutan Lewat “Dopamine (Bukan Haluuu)” Indomaret Fun Bike Bandung 2026 Sukses Digelar, Ribuan Peserta Padati Kiara Artha Park

Artikel

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

badge-check


					Agus Nugroho, Penyuka Pagi dan Jalan Pagi Perbesar

Agus Nugroho, Penyuka Pagi dan Jalan Pagi

Oleh : Agus Nugroho
Penyuka Pagi dan Jalan Pagi

TOPIK MEDIARespon positif tentang kebijakan siswa tidak boleh membawa kendaraan bermotor ke sekolah di Jawa Barat

Merespons ide positif pak Gubernur Jawa Barat KDM

Melalui Dinas Pendidikan Pendidikan Jawa Barat DR H Purwanto yang mulai mengusulkan para pelajar tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah, bahkan sekolah pun diharapkan tidak memfasilitasi lahan parkir yang biasa disediakan khusus untuk para pelajar.

Bersimulasi saja jika kebijakan ini perlu diterapkan, maka siswa akan datang ke sekolah berbondong-bondong melalui fasilitas angkutan umum khusus bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal jauh dari sekolah.

Bagi mereka yang mempunyai rumah dekat dengan sekolah, maka mereka bisa melakukannya dengan berjalan kaki. Hal ini tentunya sesuai dengan keinginan dari Pak Gubernur Jawa Barat yang menginginkan anak-anak mulai bisa berjalan kaki 500 meter sebelum gerbang sekolah. Agar mereka mempunyai kaki yang sehat dan kuat karena secara tidak langsung terbiasa berolahraga dipagi hari dengan berjalan pagi.

Saya ingin mengalirkan energi positif dari kebijakan ini. Pastinya ketika kebijakan ini digulirkan suasana kemacetan akan lebih terkendali ketika jam masuk sekolah. Bayangkan saja jika dalam satu sekolah terdapat 1500 siswa dan 200 orang guru sehingga jumlah total 1.700 orang. Di mana anggap saja masing-masing mempunyai kendaraan bermotor sepeda roda 2 pada sekolah itu adalah sebanyak 1.000 orang, maka bisa dipastikan pada pagi hari itu 1.000 orang akan berebut masuk pada 1 titik waktu yang mengerucut pada jam masuk untuk bisa berlomba masuk ke dalam lingkungan sekolah. Padahal jumlah lahan parkir pun terkadang terbatas. Sehingga lahan yang seharusnya bisa dijadikan sebagai area green school atau tempat menanam berbagai macam pohon atau tumbuhan tersita oleh lahan parkir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

22 September 2025 - 13:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Menjaga Cahaya di Malam Hari, Narasi Indah tentang Aturan Jam Malam Pelajar di Jawa Barat

7 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel