Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Teknologi

Mayoritas Warga Singapura Gunakan Chatbot AI untuk Kebutuhan Praktis, Bukan Dukungan Emosional

badge-check


					Seorang anak perempuan bermain game yang dirancang di Singapura saat pameran Singapore Comic Con di Singapura, pada 6 Desember 2025./ANTARA Perbesar

Seorang anak perempuan bermain game yang dirancang di Singapura saat pameran Singapore Comic Con di Singapura, pada 6 Desember 2025./ANTARA

TOPIK MEDIA, JAKARTA – Sebuah survei terbaru di Singapura menunjukkan bahwa chatbot berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) masih dimanfaatkan terutama sebagai alat praktis untuk mencari informasi dan membantu pekerjaan, bukan sebagai sarana membangun hubungan sosial atau emosional. Temuan ini mengindikasikan bahwa relasi pertemanan secara langsung tetap memiliki peran yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Survei yang dirilis Institut Studi Kebijakan Universitas Nasional Singapura pada Selasa (20/1) mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen responden mengaku menggunakan chatbot AI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 81,2 persen memanfaatkan teknologi ini untuk mencari informasi, ulasan, atau rekomendasi, sementara 61 persen menggunakannya untuk membantu tugas sekolah maupun pekerjaan.

Penelitian yang dilakukan pada Oktober hingga November 2025 ini melibatkan 3.713 responden berusia 21 tahun ke atas, dengan fokus pada dinamika hubungan pertemanan di era digital.

Sebaliknya, penggunaan chatbot AI untuk kebutuhan sosial dan emosional tergolong rendah. Hanya 11,8 persen responden yang mengaku melakukan percakapan santai dengan chatbot, dan sekitar 10 persen menyatakan pernah mencari dukungan emosional atau bantuan terkait kesehatan mental melalui teknologi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

CSA Indonesia Gandeng Q-SYS dan Shure, Hadirkan Experience Center Teknologi Pertama di Indonesia

16 April 2026 - 17:58 WIB

Oppo Pad 5 Matte Display Edition Meluncur, Usung Layar Anti-Silau dan Fitur AI

6 Februari 2026 - 12:51 WIB

OnePlus 16 Dirumorkan Rilis 2026, Usung Spesifikasi Flagship Ekstrem

2 Februari 2026 - 12:50 WIB

Penjualan iPhone Pecahkan Rekor, Pendapatan Apple Melonjak

31 Januari 2026 - 18:15 WIB

Honor Dikabarkan Kembangkan Ponsel Lipat Rasio 4:3, Desain Layar Lebih Lebar

29 Januari 2026 - 13:14 WIB

Trending di Teknologi