Bukan Sekadar Medali, O2SN Jadi Bukti Keberhasilan Pembinaan Sanim Rangga Lindee Cremona Tampil Beda Lewat Single Hiphop “Malas Tapi Terpaksa” Polda Jawa Barat dan Driver Online Diskusikan Kerawanan Saat On Bid Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Lagu yang Mengubah Kelelahan Pekerja Menjadi Teror Sinematik Belum Jalani Hukuman, Silfester Tetap Duduk di Kursi Komisaris? Spanduk “Kalah Jadi Cacing” Berbalik Jadi Sindiran Usai Persija Kalah dari Persib

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

Perbesar

Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA.

Oleh : Rd Ahmad Buchari
Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA

TOPIK MEDIAPerjalanan ke Maluku Utara pada tanggal 19-21 September 2025 untuk menghadiri undangan seminar nasional dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Maluku Utara di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menjadi pengalaman yang sarat makna. Selain menjalankan amanah akademik dan organisasi profesi, perjalanan ini menghadirkan kesempatan berharga untuk menapaki jejak sejarah dan kebudayaan yang hidup di bumi Ternate dan Tidore.

Di sela rangkaian acara, kami rombongan IAPA, berkesempatan bertemu dengan Sultan Tidore. Dalam pertemuan tersebut, beliau dengan penuh kebijaksanaan menceritakan bagaimana sejarah panjang Kesultanan Tidore, posisinya dalam geopolitik Nusantara, hingga hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen ini menjadi refleksi penting: bagaimana kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik Indonesia saling terkait dalam perjalanan bangsa.

Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore

Kesultanan Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan besar di Maluku Utara yang sejak abad ke-15 telah dikenal dunia. Kedua kesultanan ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan rempah, tetapi juga pemain utama dalam percaturan politik dan diplomasi internasional.

Tidore, misalnya, menjalin hubungan erat dengan Spanyol dan Filipina Selatan, sementara Ternate memiliki kedekatan dengan Portugis dan Belanda. Aliansi yang berbeda ini menunjukkan betapa kerajaan-kerajaan di Maluku Utara memiliki strategi diplomasi yang cerdas untuk menjaga kedaulatan dan kepentingannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

8 Juni 2025 - 09:00 WIB

Menjaga Cahaya di Malam Hari, Narasi Indah tentang Aturan Jam Malam Pelajar di Jawa Barat

7 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version