Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

Perbesar

Rd Ahmad Buchari, Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA.

Oleh : Rd Ahmad Buchari
Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA

TOPIK MEDIA – Perjalanan ke Maluku Utara pada tanggal 19-21 September 2025 untuk menghadiri undangan seminar nasional dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Maluku Utara di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menjadi pengalaman yang sarat makna. Selain menjalankan amanah akademik dan organisasi profesi, perjalanan ini menghadirkan kesempatan berharga untuk menapaki jejak sejarah dan kebudayaan yang hidup di bumi Ternate dan Tidore.

Di sela rangkaian acara, kami rombongan IAPA, berkesempatan bertemu dengan Sultan Tidore. Dalam pertemuan tersebut, beliau dengan penuh kebijaksanaan menceritakan bagaimana sejarah panjang Kesultanan Tidore, posisinya dalam geopolitik Nusantara, hingga hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen ini menjadi refleksi penting: bagaimana kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik Indonesia saling terkait dalam perjalanan bangsa.

Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore

Kesultanan Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan besar di Maluku Utara yang sejak abad ke-15 telah dikenal dunia. Kedua kesultanan ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan rempah, tetapi juga pemain utama dalam percaturan politik dan diplomasi internasional.

Tidore, misalnya, menjalin hubungan erat dengan Spanyol dan Filipina Selatan, sementara Ternate memiliki kedekatan dengan Portugis dan Belanda. Aliansi yang berbeda ini menunjukkan betapa kerajaan-kerajaan di Maluku Utara memiliki strategi diplomasi yang cerdas untuk menjaga kedaulatan dan kepentingannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Hallo Gojek, InDriver, Maxim, Angkot Ambil peluang ini!

8 Juni 2025 - 09:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version