RUANG OPINI PUBLIK – Setelah memperkenalkan arah musikal mereka melalui sederet single seperti “Love Ya”, “Cowok Red Flag”, dan “Second Choice”, duo DJ dan produser asal Indonesia, DNA yang digawangi JayJax dan Mister Aloy, resmi merilis album perdana bertajuk “OURORA;”. Album ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier keduanya sekaligus memperlihatkan identitas musikal yang selama ini ingin mereka bangun.
Berisi 18 trek dengan total durasi sekitar satu jam 48 menit, “OURORA;” menghadirkan eksplorasi lintas genre yang tidak terpaku pada satu warna musik. Meski tetap mempertahankan karakter Indo Bounce yang selama ini melekat dengan DNA, album ini juga memadukan unsur techno, dirty dutch, drum and bass, trap, future house, hingga hip-hop.

Mister Aloy mengatakan, keinginan untuk merilis album sebenarnya telah lama dimiliki. Namun, proses tersebut baru benar-benar dimulai pada 2023 dengan merilis sejumlah single yang kini menjadi bagian dari “OURORA;”.
“Kami sengaja merilis beberapa single lebih dulu sebagai gambaran identitas musik DNA. Album ini menjadi cara kami memperkenalkan warna musik yang sebenarnya sekaligus mengajak pendengar mengikuti arah baru yang ingin kami bawa,” ujar Mister Aloy.
Tak hanya menawarkan pengalaman musikal, “OURORA;” juga dikemas sebagai sebuah karya visual. Ilustrasi sampul album yang dikerjakan Elsha Graciella menggambarkan matahari terbit dengan berbagai elemen simbolis yang merepresentasikan perjalanan DNA sejak awal terbentuk hingga saat ini.
Menurut Mister Aloy, visual tersebut memuat berbagai filosofi, mulai dari kawanan burung yang melambangkan perjalanan seluruh tim DNA menuju tujuan bersama, tiang listrik dengan kabel semrawut sebagai metafora dinamika kehidupan, layangan Bali yang menggambarkan sisi jenaka, hingga matahari sebagai simbol cita-cita besar yang tetap diiringi sikap rendah hati.
Album ini juga melibatkan sejumlah kolaborator dalam proses kreatifnya. JayJax bersama Mister Aloy bekerja sama dengan Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel dalam proses produksi, sementara sejumlah musisi turut mengisi beberapa lagu, di antaranya PARKZ, SYEQY, INDAHKUS, QG, hingga YB (Reza Oktavian).
JayJax mengaku album penuh merupakan pencapaian yang telah lama diimpikan sejak awal menekuni dunia musik.
“Membuat album penuh adalah impian hampir semua musisi. Kami senang akhirnya bisa mempersembahkan karya ini dengan komposisi yang menurut kami seimbang antara lagu yang lebih mudah dinikmati publik dan sisi idealisme kami sebagai produser,” katanya.
“OURORA;” dibuka melalui trek “Who tf are we” yang menjadi pengantar untuk mengenal DNA lebih dekat, kemudian berlanjut ke “Quest of The Sea”, “Two Heads”, hingga lagu kolaborasi bersama PARKZ berjudul “PAIN”.
Album kemudian membawa pendengar melewati berbagai dinamika musikal melalui lagu-lagu seperti “lOst Together”, “Cowok Red Flag”, “Love Ya”, “Second Choice”, “Pop It”, “Don’t Talk To Me”, “Feel It Comin'”, hingga ditutup oleh “Anomali”, kolaborasi bersama YB yang menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama dari rapper tersebut.
Melalui keseluruhan materi di dalam album, DNA ingin mengajak pendengar memahami perjalanan, karakter, serta perkembangan musikal mereka yang terus berevolusi.
“Album ini benar-benar menggambarkan siapa kami. Selama ini orang mengenal DNA lewat Breakbeat dan Indo Bounce, tetapi kami ingin perlahan mengajak pendengar menikmati sisi lain dari musik yang kami buat,” tutur Mister Aloy.
Album “OURORA;” resmi dirilis pada 3 Juli 2026 di berbagai platform musik digital.
Menjelang perilisan album, DNA lebih dahulu menggelar Press Conference & Exclusive Listening Party pada 1 Juli 2026 di 2 Gatsu, Jakarta. Dalam acara tersebut, mereka memperkenalkan konsep album, menghadirkan penampilan spesial sebagai gambaran konser dalam rangkaian Indonesia Tour, serta mengundang para penggemar terpilih untuk mendengarkan seluruh materi album secara eksklusif.
Sebagai bagian dari peluncuran album, DNA juga memperkenalkan berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan sejumlah brand, mulai dari kaus, bandana, keychain, hingga berbagai item lain yang menjadi bagian dari identitas visual “OURORA;” dan rangkaian tur yang akan datang.
(Red)















