Igan Baswara Gandeng Karan Mahardika hingga Gogocookie dalam Penggarapan “Ikut Aku Pulang” Usai Kericuhan di Moch Toha, Cepot Motah Indonesia Borong Pecel Lele dan Bagikan Gratis kepada Warga. Cegah Penyebaran TBC, Pemdes Malakasari Gelar Penyuluhan Penyakit Menular Melalui Dana Desa Tahap II Tahun 2026 DISKOP UKMK KABUPATEN BANDUNG BERIKAN PELAYANAN PRIMA, DAMPINGI UMKM DARI LEGALITAS HINGGA NAIK KELAS Pemdes Malakasari Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia yang Belum Terjangkau Bansos Expo KKN UMB 2026 Bahas Peluang Produk Mahasiswa Jadi Usaha Berkelanjutan

Artikel

Idulfitri dalam Perspektif Syariat: Momentum Berbuka, Bukan Penghapus Dosa

badge-check


					Idulfitri dalam Perspektif Syariat: Momentum Berbuka, Bukan Penghapus Dosa Perbesar

TOPIK MEDIA  – Idulfitri adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Di Indonesia, Idulfitri sering diartikan sebagai momen “kembali suci,” padahal secara makna sebenarnya, istilah ini tidak merujuk pada penyucian dosa seperti yang banyak dipahami masyarakat.

Dilansir dari detik.com, Pemahaman yang keliru tentang arti Idulfitri ini mungkin berakar dari tradisi dan narasi yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, jika ditinjau dari segi bahasa dan makna syariat, Idulfitri memiliki arti yang berbeda. Untuk memahami makna sebenarnya, mari kita telaah arti kata Idulfitri dalam bahasa Arab.

Arti Kata Idulfitri dalam Bahasa Arab
Secara bahasa, kata Idulfitri berasal dari bahasa Arab, عيد الفطر (‘Īd al-Fiṭr). Kata عِيْدٌ (‘īd) berarti ‘perayaan; hari raya’ yang berasal dari kata عَادَ (‘āda) yang bermakna ‘kembali; mengunjungi’. Sementara kata اَلْفِطْرُ (al-fiṭr) berarti ‘buka puasa; berbuka’, berasal dari فَطَرَ (faṭara) yang memiliki arti ‘menciptakan; meragi; membatalkan puasa’.

Jadi, secara harfiah, Idulfitri berarti “hari raya berbuka puasa” atau “hari raya makan kembali”, yaitu hari di mana kaum Muslim kembali makan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Sehingga, fitri dalam Idulfitri bukan berarti “kembali suci” seperti yang sering disalahpahami oleh masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RAKERCAB I XTC DPC Kabupaten Bandung Digelar, Konsolidasi dan Evaluasi Jadi Momentum Penguatan Organisasi

21 September 2026 - 20:06 WIB

Dari Kanvas hingga Video, Putu PW Winata Hadirkan “Suara Alam Pagi Jatiluwih”

30 September 2025 - 20:03 WIB

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

22 September 2025 - 13:03 WIB

Polemik Jalur Domisili Khusus, Antara Pemerataan Akses dan Ancaman untuk Sekolah Swasta

26 Juni 2025 - 13:52 WIB

7 Camilan Sehat Kaya Nutrisi Penambah Daya Otak

24 Juni 2025 - 11:38 WIB

Trending di Artikel